Kolaborasi Mahasiswa UNP dan Masyarakat Adat Sijunjung Perkuat Perhutanan Sosial Berkelanjutan

 

SIJUNJUNG | Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan penelitian lapangan di kawasan Hutan Nagari Tanjung Bonai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengkaji praktik perhutanan sosial yang selama ini dijalankan masyarakat dengan mengombinasikan pendekatan sosial, ekologi, dan teknologi Sistem Informasi Geografis (GIS).

Riset mengusung tema Penguatan Perhutanan Sosial Melalui Pendekatan Sosial-Ekologis untuk Mendukung Estimasi Cadangan Karbon Berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS). Melalui penelitian ini, tim berupaya memotret keterkaitan antara kelembagaan adat, kondisi tutupan vegetasi, tata kelola hutan nagari, serta potensi cadangan karbon sebagai dasar penyusunan rekomendasi pengelolaan hutan yang lebih berkelanjutan.

Agenda penelitian diawali dengan kunjungan ke Kantor Wali Nagari Tanjung Bonai Aur. Pertemuan tersebut dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus koordinasi dengan pemerintah nagari terkait pelaksanaan penelitian serta penyampaian tujuan dan tahapan pengumpulan data di lapangan.

Selanjutnya, tim melakukan diskusi dan wawancara bersama Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) serta tokoh adat setempat. Beragam informasi dikumpulkan, mulai dari sejarah terbentuknya pengelolaan hutan nagari, penerapan perhutanan sosial, aturan adat dalam menjaga kawasan hutan, hingga tantangan yang dihadapi masyarakat dalam mempertahankan kelestarian lingkungan.

Bagi masyarakat Tanjung Bonai Aur, kawasan hutan memiliki arti yang jauh lebih luas daripada sekadar sumber daya alam. Hutan merupakan bagian dari identitas nagari yang diwariskan dari generasi ke generasi, sehingga nilai-nilai adat tetap menjadi landasan utama dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian lingkungan.

Usai proses wawancara, tim bersama pengelola hutan memasuki kawasan perhutanan sosial untuk melaksanakan observasi lapangan. Peninjauan dilakukan guna mengamati kondisi vegetasi sekaligus menentukan titik-titik plot yang akan digunakan sebagai lokasi penelitian.

Pada setiap plot penelitian, mahasiswa melakukan pengukuran diameter batang dan tinggi pohon sebagai bahan analisis biomassa vegetasi. Seluruh data lapangan selanjutnya akan diolah dan dipadukan dengan teknologi GIS untuk menghasilkan peta sebaran vegetasi sekaligus memperkirakan cadangan karbon yang tersimpan di kawasan Hutan Nagari Tanjung Bonai Aur.

Kegiatan observasi juga memberikan gambaran nyata mengenai praktik perhutanan sosial yang diterapkan masyarakat. Tim melihat secara langsung mekanisme pengawasan kawasan, pola pemanfaatan hutan yang berkelanjutan, serta peran aktif masyarakat adat dalam menjaga kelestarian kawasan.

Wali Nagari Tanjung Bonai Aur, Hendra Basri, A.Md. NL.P., menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan penelitian tersebut. Ia menilai kehadiran mahasiswa menjadi bentuk kerja sama positif antara perguruan tinggi dan pemerintah nagari dalam mendokumentasikan sekaligus mengembangkan potensi hutan yang dimiliki daerah.

Menurutnya, hasil penelitian diharapkan mampu menjadi referensi dalam memperkuat pengelolaan hutan nagari berbasis perhutanan sosial sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat.

Ketua Tim PKM-RSH UNP, Fhazle Maulla Haqani, menjelaskan bahwa penelitian dirancang dengan pendekatan yang menggabungkan aspek sosial dan ekologi agar mampu menghasilkan gambaran yang menyeluruh mengenai tata kelola hutan nagari.

Ia menuturkan, penelitian tidak hanya berfokus pada kondisi vegetasi, tetapi juga mengkaji bagaimana kelembagaan adat, budaya lokal, dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kawasan hutan. Hasil penelitian diharapkan memiliki manfaat akademis sekaligus dapat diterapkan dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat.

Anggota tim dari Program Studi Biologi, Mayang Lovani, mengatakan pengalaman turun langsung ke lapangan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kondisi ekosistem hutan. Menurutnya, data yang diperoleh secara langsung menjadi dasar penting dalam analisis biomassa vegetasi dan estimasi cadangan karbon sehingga menghasilkan informasi ilmiah yang lebih akurat.

Dosen pembimbing PKM-RSH UNP, Dr. Lailatur Rahmi, S.Pd., M.Pd., menilai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata di tengah masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, pengelola hutan, dan masyarakat adat dinilai menjadi modal penting dalam menghasilkan penelitian yang memberikan manfaat bagi pembangunan berkelanjutan.

Penelitian ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Selain menghasilkan karya ilmiah, riset tersebut diharapkan melahirkan rekomendasi strategis untuk memperkuat tata kelola hutan nagari melalui perpaduan pendekatan sosial, ekologi, serta pemanfaatan teknologi informasi.

Tim PKM-RSH Universitas Negeri Padang terdiri atas Fhazle Maulla Haqani dari Program Studi Pendidikan Geografi sebagai ketua, bersama Arif Rahman Putra (Geografi), Mayang Lovani (Biologi), Meysi Hirsafanda (Biologi), dan Alfirdausy (Ilmu Komunikasi). Seluruh kegiatan penelitian dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Lailatur Rahmi, S.Pd., M.Pd., sebagai wujud komitmen UNP dalam mendorong penelitian kolaboratif yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pelestarian lingkungan.

TIM

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak